
Sekarang waktunya saya membicarakan tentang sekolah saya.
Saya mulai bersekolah di SMPN 1 Wonogiri pada tahun ajaran 2008/2009. Waktu itu, ada beberapa program, yaitu untuk reguler ( biasa/umum), RSBI ( Bilingual ), dan Akselerasi ( Percepatan Belajar ). Saya memilih program RSBI, karena itu sangat menarik dan menantang. Sebelum bisa masuk RSBI, terlebih dahulu saya harus mengikuti berbagai test yang benar-benar melelahkan. Test tersebut tidaklah mudah, namun saya menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Sampai pada akhirnya, pada bulan April diumumkan siapa saja yang masuk ke program RSBI, dan saya diterima di program tersebut. Wow! Keren, fasilitasnya, mantap deh. Ada LCD, AC, TV , dll. Walaupun ada beberapa fasilitas yang jarang digunakan , namun saya sangat bersyukur dapat masuk ke program ini. Saat kelas 7 saya masuk ke kelas 7A RSBI. Kelas itu terdiri dari 30 siswa. Saya rasa, teman-teman saya waktu saya masih kelas 7 itu pendiam dan alim-alim semua ehehe... mereka juga baik, ramah, dan sopan. Akan tetapi saat kelas 8 ini saya tidak bisa berkumpul dan satu kelas lagi dengan mereka, karena kelas kami dicampur dengan kelas sebelah. Memang sangat menyedihkan, namun lama kelamaan, saya mulai terbiasa dengan semua ini, dan dapat beradaptasi dengan suasana yang baru ini. Sekarang saya duduk di kelas 8, tepatnya kelas 8B RSBI. Teman-teman di kelas 8B RSBI juga tidak kalah baiknya, kebanyakan dari mereka suka membuat lelucon yang dapat mengocok perut kita ihihhihi.. . Memang keadaan kelas saya kurang bagus , tapi saya maklum, karena setiap kali kami protes, sepertinya tidak digagas . Namun, saya yakin, dalam waktu dekat ini, kelas saya ini akan berubah menjadi lebih baik, fasilitasnya bisa memadai. Nah, sekarang waktunya saya menceritakan tentang sejarah sekolah saya yaitu SMPN 1 Wonogiri ( Spensa ) yang tercinta ini.
Sejarah Sekolah
SMP NEGERI SATU TEMPO DULU HINGGA SEKARANG
Sejak pemerintahan Belanda menerapkan politik Etis banyak sekolah mulai didirikan, namun tetap saja jumlah sekolah tidak sebanding dengan jumlah anak usia sekolah. Sekolah-sekolah yang didirikan adalah untuk kepentingan kolonial, baik kepentingan dalam bidang politik, ekonomi maupun administrasi. Jadi sama sekali tidak ditujukan untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Ketika belum dibuka sekolah dasar yang disebut HIS, bagi rakyat pada umumnya disediakan sekolah bumi putera yang rendah sekali pelajarannya. Ada sebagian kecil dari rakyat kita, yaitu kaum priyayi, diperkenankan menuntut pelajaran di sekolah dasar Belanda, sehingga mereka dapat melanjutkan pelajaran ke sekolah-sekolah yang lebih tinggi. Akan tetapi sekolah pada saat itu masih tertutup bagi anak rakyat pada umumnya. Banyak orang merasa senang ketika pemerintah membuka Sekolah bumiputra Kelas Satu yang kelak menjadi Holands Inlandse School (HIS), karena mereka mempunyai pengharapan bahwa anak-anaknya akan memperoleh kepandaian yang dapat menjadi tangga untuk mempertinggi derajat penghidupannya. Namun semua tidaklah sesuai dengan keinginan. Karena anak keluaran HIS pada umumnya tidak dapat diterima di sekolah yang lebih tinggi tingkatannya dalan hal ini MULO karena kurang kepandaiannya, teutama mengenai Bahasa Belanda.
Akhirnya pada tahun 1927, sekolah ini menjadi Sekolah Dasar pada masa pemerintahan Belanda yang dikenal dengan nama HIS. Diawali dari pendidikan HIS tujuh tahun pernah bersekolah seorang gadis kecil bernama SITI SUHARTINAH lulusan HIS th. 1939 putra seorang wedhana Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri, telah berhasil mengangkat nama sekolah ini, Siti Suhartinah pernah menjadi seorang Ibu Negara.
Setelah memasuki tahun 1942 - 1945 dimana pemerintahan mengalami masa transisi dengan adanya pemerintahan Jepang, gedung SMPN 1 Wonogiri tetap berdiri megah dengan status baru sebagai Sekolah Rakyat disempurnakan.
Mulai tahun 1945 sampai 1949 Sekolah Rakyat yang disempurnakan diresmikan menjadi Sekolah Menengah Pertama yang didirikan oleh Pemerintah Mangkunegaran pada saat itu, dan tepatnya pada tanggal 17 Desember 1949 dinyatakan sebagai hari kelahiran SMP Negeri 1 Wonogiri.
Nama SMP mengalami beberapa kali perubahan pernah sebagai SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) SMTP, baru setelah keluar UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 SLTP berubah nama menjadi SMP kembali. Dan berdasarkan SK No. 1147.A/C3/SK/2004. SMP Negeri 1 Wonogiri ditetapkan sebagai Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional.
SMP N 1 Wonogiri, merupakan saksi bisu dalam sejarah perjuangan bangsa. Sejak berdiri hingga sekarang bangunan-bangunan yang bernilai sejarah tetap dipertahankan. Karena mengingat bangunan tersebut merupakan cagar budaya dan menjadi bangunan yang dilindungi (suaka). Bangunan ini juga telah menjadi tempat menimba ilmu tokoh-tokoh Nasional yang mampu memimpin bangsa dan negara. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:
1. Ibu Siti Hartinah Soeharto mantan Ibu Negara lulus tahun 1939 HIS Wonogiri
2. Bapak Sudjarwo, mantan Menteri Kehutanan RI, Kabinet Pembangunan IV
3. Bapak IR. Hartarto, Menteri Perindustrian Kabinet Pembangunan V
4. Tokoh-tokoh lain baik ditingkat kabupaten maupun nasional.
Nah, itu tadi cerita seputar sekolah aku.. ihihi, kalau kalian semua sedang tidak sibuk, jangan lupa mampir ke sekolahan aku yang tercinta ini ya, alamatnya pada JL. Kepodang V Wonogiri, Jawa Tengah, Jawa, Indonesia, Asia Tenggara, Asia, Dunia, Bumi, Galaksi Bimasakti, ehehe.. panjang amat. Ok, saya rasa itu sedikit informasi mengenai sekolah saya.
Taken From : www.smp1wng.co.cc , private document.




3 Comments:
AAAaaaAEeeeeeeRrrrrRRRRRR,, aq dimana...???? kok g ada ceritannya,,,,????? tmn2...??? jahat, sadis, y klo LCD mu di kls yg bru mah bisa dipake, lha klo di mantan kls mu,,,, bo2rox.... menggila,,,,,, eh tmn2 mbok ya di ceritain to.... aq jGa y..... oCe??
ok boz.. ne lagi dibuad.. sabar ya boz..
oce.
Posting Komentar